Ekonomi Indonesia Kuartal III Hanya Tumbuh 506 Persen - SriRawung's Blog

Ekonomi Indonesia Kuartal III Hanya Tumbuh 506 Persen

Posted

JAKARTA, - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mengadakan rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Menurutnya, perekonomian Provinsi NTB berdasarkan besaran produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan keempat 2017 mencapai Rp 31,19 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 23,26 triliun. Hal tersebut terlihat dari kondisi makro ekonomi yang stabil serta partisipasi perbankan cukup tinggi, meski pertumbuhan kredit perbankan relatif rendah.
Lebih lanjut, Suhariyanto mengatakan, struktur perekonomian Indonesia masih didominasi oleh tiga lapangan usaha. Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, pada Maret 2016 Disbudpar Bandung ke Bangkok menggelar Little Bandung Fest" yang didukung Kedutaan Besar Indonesia untuk Thailand, yang isinya mempromosikan pariwisata Bandung.
Terkait dengan SLF, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan mengatakan, Intensitas sosialisasi kepada pemda terkait PP. No. 64 tahun 2016 dan SLF perlu ditingkatkan dikarenakan masih banyaknya kabupaten dan kota yang belum mengimplementasikan hal tersebut sehingga menyulitkan pengembang dalam membangun rumah bersubsidi", tegas Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan.
Aplikasi Keuangan Yang Aman Di Indonesia Untuk Melindungi Dana Anda
Sementara itu,Research Analyst FXTM, Lukman Otunuga menambahkan bahwa optimisme terhadap ekonomi Indonesia cenderung membaik menyusul laporan investasi asing langsung meningkat tajam pada kuartal kedua tahun 2017. Tiphone Mobile Indonesia (TELE) menargetkan pendapatan pada 2016 mencapai Rp26 triliun dengan kontribusi terbesar masih dari penjualan voucher isi ulang pulsa telepon selular.
Pada 2017 pertumbuhan kredit perbankan 8,24 persen yang lebih rendah dari rencananya bisnis yang direncanakan. Dengan adanya kerjasama antara PT. SMF dan BPD, diharapkan BPD dapat meningkatkan potensi pembangunan daerahnya masing - masing dan dapat menjalankan bisnis KPR yang lebih baik sehingga visi BPD sebagai champion bank di daerah dapat terwujud", terang Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti.
PT RIFANFINANCINDO
Hari ini Kamis, 14 April 2016 Dirjen Pembiayaan Perumahan mengikuti acara Peluncuran dan Bedah Buku karya Mochammad Yusuf Asyari di Universitas Internasional Batam. Salah satu debitur yang dihapus buku adalah PT Trikomsel Oke Tbk, perusahaan yang menyediakan produk dan layanan telekomunikasi seluler. Berdasarkan kelompok peminjam, peningkatan ULN tersebut dipengaruhi oleh lebih kecilnya kontraksi pertumbuhan ULN swasta pada kuartal I-2017, yaitu sebesar -3,6 persen (yoy) dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar-5,5 persen (yoy).
Sebelumnya, BUMI terlilit utang bunga obligasi yang diterbitkan Enercoal Resources senilai US$ 375 juta. Selain itu, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan juga mengingatkan setiap pegawai harus memiliki sikap disiplin yang tinggi. "Secara history, perusahaan yang baru melakukan backdoor listing tidak akan membiarkan harga sahamnya turun. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Maurin Sitorus untuk menanggapi keberatan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) atas iuran Tapera.
Selain itu, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, juga mengatakan guna meningkatkan kinerja Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan, saat ini sudah dibentuk 16 (enam belas) Task Force Task force ini dibentuk lintas eselon dua agar ada sinergi antar unit eselon dua juga diharapkan dengan melibatkan unit eselon satu lainnya seperti Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Balitbang, BPIW dan BLU PPDPP agar dapat mempercepat pencapaian output kinerja", Demikian dikatakan Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti, mengakhiri sambutannya.
Full Text Of "Her World Indonesia
Pada akhir sambutannya, Direktur Perencanaan Pembiayaan Perumahan sangat mengharapakan masukan yang konstruktif agar pelayanan pemerintah terhadap MBR tidak ada hambatan. Pertumbuhan ekonomi NTB triwulan IV 2017 tanpa pertambangan bijih logam secara kumulatif tumbuh 7,10 persen, per tahun tumbuh 8,30 persen, dan secara kuartal tumbuh -6,06 persen. Menurut IMF, negara lain di kawasan tersebut bakal mencatatkan kinerja keuangan lebih baik dibandingkan Indonesia, meski angka pertumbuhannya tak lebih besar.
Lebih rinci, penyaluran kredit segmen bisnis banking sebesar Rp134,4 triliun atau tumbuh 14,9 persen dari tahun lalu. Sementara itu, Kepala Pusat Kebijakan Makro, Kementerian Keuangan, Adriyanto, yang hadir sebagai narasumber pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa poin penting dalam mendorong sektor swasta adalah optimisme pemerintah yang ditangkap oleh swasta.

Comments (0)

Add Comment
Comments Options
Sort comments by:





blog archive


get in touch

You must login or register in order to get in touch.