Teknik Memperoleh Berita dengan Jitu - VestergaardKristoffe's Blog

Teknik Memperoleh Berita dengan Jitu

Posted

Meliput ialah proses yang melelahkan & melibatkan penyatuan fakta dan pengecekan data secara kemas.

Wartawan yang baik ialah yang menggunakan semua indera mereka pada tempat masalah perkara (TKP) atau di mana masalah atau insiden itu tercipta. Karena itu wartawan wajib ke TKP.

Banyak teknik untuk mencatat berita yaitu dengan wawancara, observasi, tafahus kepustakaan, press release/press conference dan statemant of punca.

Sebagian besar metode uang buta berita didefinisikan sebagai melalui wawancara. Kini, nilai dan petunjuk kepustakaan juga hal diperlukan dalam menggerek berita.

Press conference, berarti terutama bagi memperoleh back ground information untuk hal-hal yang sedang sangat trendi.

Statement of informan sungguh digunakan serupa nara sumber tetapi ragam yang berarti harus dilacak lagi realitas dan kegunaannya bagi warga (pembaca). Di sini berlaku konsep cek and ricek.

Sepak-terjang Memperoleh Pemberitahuan

Luwi Ishwara dalam "Jurnalisme Dasar" mengenal sejumlah sepak-terjang membantu pewarta dalam mengumpulkan informasi yakni observasi tepat dan tidak langsung, wawancara, pencarian ataupun penelitian oleh dokumen khalayak serta kontribusi dalam insiden.

Observasi sinambung. Wartawan mengombinasikan fakta pada langsung memeriksa peristiwa oleh karena itu dapat membuat berita jadi hidup.

Masalahnya: wartawan harus menunggu stan atau kejadian. Seandainya tiada itu artinya tidak mencatat berita. Si wartawan pulang ke kantor tanpa pemberitahuan.

Guna menangani hal itu maka wartawan harus menyemaikan apa yang disebut prosedur pra-peristiwa dan pasca-peristiwa.

Pra-peristiwa adalah menjadi informasi utk dikembangkan. Caranya, dengan memprakarsai kembali kritik, dokumentasi, buku atau referensi lainnya.

Pasca-peristiwa adalah melengkapi apa yang diperoleh pada lapangan secara tambahan nas jika keaslian yang tersua wartawan super minim. Tujuannya agar berita lebih lengkap.

Di dalam konteks yang ada maka pewarta harus juga melakukan perbincangan multi-sumber oleh karena itu memberikan validitas pada tuturan yang dilaporkan.

Wawancara. Wawancara yang trampil menjadi kecil bagi seluruh liputan serta penulisan yang baik.

Yang membuat wawancara sedikit tidak sama dengan diskusi biasa ialah bahwa wartawanlah yang mengukuhkan arah pertanyaan, bukan nara sumber yang diwawancarai.

Terjumpa sedikitnya 10 tahap wawancara. Di antaranya, terangkan maksud wawancara, melakukan tafahus latar belakang, ejekan biasanya melalui telepon, tuturan untuk wawancara, rencanakan substansial wawancara Kamu, temui wartawati Anda, perkiraan pertanyaan serius Anda yang pertama, lanjutkan menuju inti dari wawancara. Selanjutnya ajukan pertanyaan-pertanyaan liat (sensitif serta menyinggung) bila perlu, pulihkan bila demi dampak dari pertanyaan-pertanyaan keras itu serta akhiri juga simpulkan wawancara Anda.

Pencarian atau Penelitian bahan oleh dokumen khalayak. Wartawan mampu menggali bakal berita dr pencarian oleh dokumen rakyat. Dengan sertifikat publik itu maka pewarta bisa menggambarkan kembali kasus-kasus yang tidak terkuak. http://www.sarumpun.com beserta tambahan info yang telah di-up date.


Kesertaan. Dalam teknik yang ahad ini pewarta terlibat di dalam peristiwa yang tengah berlanjur. Di sini wartawan merasakan terutama panca inderanya bisa menggambarkan kejadian berdasar pada utuh lebih dari itu sedetial agaknya karena dia berada untuk peristiwa itu.

Sistem Beat

Di sebelah metode pencarian berita yang atas, dikenal pula cara memperoleh cerita yakni komposisi beat.

Si wartawan biasanya mangkal ataupun ngepos dalam sebuah organisasi pemerintah untuk meliput kesabaran di kantor tersebut. Masalah ini juga berlaku dalam instansi swasta.

Sistem beat biasanya menuju kepada utas bidang. Contohnya, bidang penguasaan politik, ekonomi dan usaha, olahraga & kepolisian. Sistem beat berisi sisi rendah maupun absolut.

Comments (0)

Add Comment
Comments Options
Sort comments by:





blog archive


get in touch

You must login or register in order to get in touch.